Salah satu standarisasi yang diperlukan perusahaan di era digital seperti saat ini adalah ISO 27001. ISO ini merupakan standar internasional dalam penerapan sistem manajemen keamanan informasi. Untuk memahami pentingnya standarisasi semacam dalam hal tersebut, mari kita ulas segala hal tentang ISO 27001.
Pertama kali dirilis pada tahun 2013 silam, ISO 27001 diperkenalkan sebagai standar sistem manajemen keamanan informasi. Sebagaimana yang kita tahu, isu keamanan informasi cukup sering dibahas seiring dengan perkembangan teknologi yang ada.
Ketika dirilis, ISO 27001:2013 memiliki 14 klausa yang mencakup 113 kontrol. Hal ini tentu saja memudahkan sebuah organisasi dalam memilih kontrol mana yang paling relevan dengan kondisi perusahaan mereka.
Dari ke 14 klausa di atas dapat dilihat bahwa standarisasi ISO 27001 di bidang sistem keamanan informasi cukup kompleks dan meng-cover hampir semua elemen secara maksimal. Untuk menerapkannya di sebuah perusahaan, pengelola bisa melakukan penilaian risiko dan aset terlebih dahulu.
Dari tahapan tersebut nantinya akan terlihat, mana saja klausa yang sesuai dan relevan. Jadi ketika diterapkan, timbulnya masalah baru dapat diminimalisasi secara maksimal. Mengingat kebijakan penerapan butuh banyak pertimbangan, tidak jarang perusahaan menggunakan jasa konsultan keamanan informasi yang dinilai lebih mumpuni.
Kepuasan Pelanggan
Memberikan produk yang secara konsisten memenuhi persyaratan pelanggan dan layanan yang andal dan dapat diandalkan
Kepatuhan Hukum
Memahami bagaimana persyaratan hukum dan peraturan memengaruhi organisasi Anda dan pelanggannya.
Manajemen Risiko yang Lebih Baik
Konsistensi dan keterlacakan produk dan layanan yang lebih baik berarti masalah lebih mudah dihindari dan diperbaiki.
Langkah-Langkah Sertifikasi ISO 9001?
Lengkapi Formulir Permintaan Penawaran agar kami dapat memahami perusahaan dan persyaratan Anda. Anda dapat melakukannya dengan mengisi formulir penawaran cepat daring atau formulir permintaan penawaran formal daring. Kami akan menggunakan informasi ini untuk menentukan cakupan penilaian Anda secara akurat dan memberikan proposal sertifikasi.
Setelah Anda menyetujui proposal, kami akan menghubungi Anda untuk menjadwalkan penilaian dengan Penilai NQA. Penilaian ini terdiri dari dua kunjungan wajib yang merupakan bagian dari Audit Sertifikasi Awal. Harap dicatat bahwa Anda harus dapat menunjukkan bahwa sistem manajemen Anda telah beroperasi penuh minimal selama tiga bulan dan telah menjalani tinjauan manajemen serta siklus penuh audit internal.
Setelah audit dua tahap yang berhasil, keputusan sertifikasi akan dibuat dan jika hasilnya positif, sertifikasi dengan standar yang dipersyaratkan akan diterbitkan oleh NQA. Anda akan menerima sertifikat dalam bentuk cetak dan cetak. Sertifikasi berlaku selama tiga tahun dan dipertahankan melalui program audit pengawasan tahunan dan audit sertifikasi ulang tiga tahunan.
10 Langkah Implementasi ISO 27001?
- Komitmen Manajemen Puncak
-
Tentukan tujuan dan manfaat sertifikasi. Bentuk Tim ISO dan tunjuk Management Representative (MR).
- Analisis Kesenjangan (Gap Analysis)
-
Bandingkan kondisi saat ini dengan persyaratan ISO 9001. Identifikasi area yang perlu diperbaiki.
- Pelatihan & Sosialisasi
-
Berikan pelatihan pemahaman ISO 9001 kepada tim dan staf. Sosialisasikan pentingnya sistem manajemen mutu.
- Perencanaan Sistem Manajemen Mutu
-
Tetapkan konteks organisasi, risiko & peluang. Rumuskan kebijakan & sasaran mutu.
- Pembuatan & Dokumentasi Sistem
-
Buat dokumen wajib: Kebijakan Mutu, Prosedur, SOP, Formulir, Manual Mutu (jika diperlukan). Terapkan sistem dan dokumentasikan hasil kerja.
- Implementasi dan Monitoring
-
Terapkan sistem dalam aktivitas sehari-hari. Rekam bukti kegiatan: catatan mutu, pelaporan, audit internal.
- Audit Internal
-
Laksanakan audit internal secara menyeluruh. Identifikasi ketidaksesuaian dan lakukan tindakan korektif.
- Tinjauan Manajemen (Management Review)
-
Evaluasi kinerja sistem bersama manajemen. Tetapkan perbaikan dan rencana tindak lanjut.
- Sertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi
-
Pilih Lembaga Sertifikasi terakreditasi. Jalani audit sertifikasi (Stage 1 & 2).
- Pemeliharaan & Perbaikan Berkelanjutan
-
Pantau terus efektivitas sistem. Lakukan evaluasi rutin, pelatihan ulang, dan perbaikan berkelanjutan.